Waspada Penyakit Angin Duduk (Angina Pektoris), Salah Satu Jenis Penyakit Jantung Berbahaya

0
20
Penyakit Angin Duduk
Penyakit Angin Duduk

Anda mungkin pernah mendengar ada kerabat atau tetangga yang meninggal dunia karena angin duduk. Ternyata masih banyak orang yang menganggap kalau angin duduk ini merupakan penyakit masuk angin yang sudah parah.

Padahal, meski gejala yang ditimbulkan hampir sama, angin duduk bukanlah penyakit masuk angin tapi merupakan gejala serangan jantung yang berbahaya.

Definisi Penyakit Anginan Pektoris

Angin Duduk merupakan salah satu jenis penyakit jantung atau penyakit kardiovaskuler yang disebut dengan istilah medis sebagai Angina Pektoris.

Angina Pektoris (Angina Pectoris) merupakan salah satu Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA) seringkali tidak mendapatkan penanganan dengan baik karena banyak orang mengira sebagai gejala masuk angin biasa.

Penderita hanya diberi obat dan ‘dikerok’ tanpa segera diperiksakan ke dokter sehingga penangannya cenderung terlambat.

Pengertian Angina Pektoris adalah rasa nyeri di dada yang terjadi ketika aliran darah yang mengandung oksigen ke otot-otot jantung mengalami hambatan atau gangguan. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah arteri jantung (arteri koroner).

Kasus penyakit Angina Pektoris lebih sering ditemukan pada orang berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia antara 55 sampai 64 tahun.

Ada dua jenis Angina yang dapat menyerang seseorang, yakni Angina stabil dan Angina tidak stabil. Angina stabil dapat disebabkan oleh pemicu tertentu, diantaranya kondisi lelah yang berlebihan sehabis beraktivitas berat atau berolahraga terlalu keras, kondisi stres, adanya masalah pencernaan, cuaca dingin atau kondisi medis lain yang dapat membuat jantung bekerja terlalu keras.

Angina ringan cenderung tidak berbahaya, nyeri dada biasanya akan sembuh dalam jangka waktu 5 menit setelah beristirahat atau meminum obat. Namun demikian, tetap berisiko mengakibatkan serangan jantung atau stroke bila tidak ditangani secara tepat.

Sementara itu pada Angina tidak Stabil, nyeri dada dapat muncul tanpa adanya penyebab awal yang jelas dan tidak kunjung membaik meskipun penderita sudah beristirat atau mengonsumsi obat. Angina tidak stabil merupakan kondisi darurat yang memerlukan pertolongan medis dengan segera.

penyebab Penyakit Angin Duduk
penyebab Penyakit Angin Duduk

Penyebab Angina Pektoris atau Angin Duduk

Jantung merupakan organ utama pada tubuh yang membutuhkan kelancaran peredaran darah dan oksigen supaya organ tubuh lainnya dapat berfungsi dengan baik.

Pembuluh darah arteri (arteri koroner) yang menuju jantung dapat berisiko diendapi plak seperti lemak atau kolesterol dalam jangka waktu tertentu.

Ketika terdapat plak pada arteri koroner maka dapat terjadi penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah, akibatnya otot jantung akan bekerja lebih keras, terutama saat melakukan aktivitas berat yang kemudian dapat menyebabkan Angina Pektoris atau lebih parah lagi Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Semakin tua usia seseorang, maka semakin tinggi pula risiko terkena Angina Pektoris. Selain itu faktor lainnya seperti keturunan, dan kondisi medis lainnya seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga dapat meningkatkan risiko Angina Pektoris.

Gejala Angin Duduk (Angina Pektoris) yang Mesti Diwaspadai

Gejala Angina Pektoris biasanya diawali dengan nyeri pada bagian dada sebelah kiri. Sensasi nyeri yang dirasakan seperti ditekan, atau ditimpa benda berat. Rasa nyeri juga dapat menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, hingga bagian punggung.

Selain gejala awal tersebut, Angina Pektoris juga ditandai dengan beberapa kondisi fisik berikut ini:

  • Kondisi sesak napas
  • Nyeri di bagian perut seperti gejala penyakit asam lambung
  • Mual, pusing, gelisah, dan mudah lelah
  • Munculnya keringat berlebih atau keringat dingin

Apabila Anda mengalami atau menjumpai gejala di atas pada anggota keluarga segera periksakan ke dokter, terutama bila nyeri dada yang dirasakan tak kunjung membaik meski sudah beristirahat atau mengonsumsi obat-obatan.

Pengobatan Bagi Penderita Angina Pektoris

Adanya beberapa penyakit yang memiliki gejala sama dengan Angina Pektoris membuat penyakit ini memang agak sulit didiagnosa.

Terutama di kalangan masyarakat awam yang seringkali mengira gejala Angina Pektoris sebagai sakit angin biasa atau penyakit asam lambung yang mudah sembuh dengan sendirinya.

Untuk mendiagnosa gejala Angina Pektoris, pihak medis biasanya akan melakukan tes fisik, dan menanyakan riwayat kesehatan pasien beserta keluarga.

Sejumlah cara pengobatan Angina Pektoris akan disarankan oleh dokter, penanganan bagi penderita Angina Pektoris biasanya meliputi:

Perubahan Gaya Hidup

Penderita Angina Pektoris akan disarankan untuk melakukan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok atau menjauhi asap rokok, menerapkan pola makan sehat yang bergizi dan rendah lemak, melakukan olahraga sesuai petunjuk dokter, dan menghindari makanan dengan kadar gula tinggi bagi penderita diabetes.

Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat tidak hanya berguna saat proses pengobatan berlangsung, tapi juga untuk jangka panjang agar penyakit Angina Pektoris dapat sembuh total.

Konsumsi Obat-obatan

Ketika Anda terserang Angina, disarankan untuk segera mengonsumsi obat glyceryl trinitrate untuk meredakan gejala yang timbul dalam waktu singkat.

Glyceryl trinitrate adalah jenis obat-obatan golongan nitrat yang memiliki fungsi untuk menenangkan dan melebarkan pembuluh darah sehingga memudahkan darah untuk mengalir ke jantung.

Efek samping dari obat ini seperti pusing dan kulit kemerahan mungkin akan dirasakan oleh pasien. Ketika mengonsumsi glyceryl trinitrate disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol, mengoperasikan alat berat, atau mengemudikan kendaraan.

Glyceryl trinitrate juga bisa dikonsumsi sebagai pencegah sesaat sebelum berolahraga atau saat Anda akan beraktivitas berat.

Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda sering mengalami gejala Angina Pektoris atau ketika gejala tak kunjung reda agar penanganan yang tepat dapat dilakukan dengan segera.

Inilah Ciri Ciri Masuk Angin Pembawa Maut “Angin Duduk”