Penyebab Jantung Lemah, Jenis-jenis, dan Gejala yang Ditimbulkannya

0
28
jantung lemah
jantung lemah

Jantung Lemah, dalam istilah medis dikenal dengan nama kardiomiopati. Kondisi jantung lemah dapat terjadi ketika otot jantung membesar, menebal, dan mengalami kaku.

Kardiomiopati bisa dialami oleh segala usia, namun lebih banyak diderita oleh anak-anak. Penyebab penyakit jantung lemah seringkali tidak dapat diketahui secara pasti sehingga kita harus melakukan berbagai upaya pencegahan jantung lemah dan mengenali berbagai gejalanya sejak dini.

Jantung lemah merupakan penyakit yang berhubungan dengan miokard atau otot jantung. Biasanya penyakit ini muncul akibat dari pengaruh atau komplikasi dari penyakit lain.

Pada penderita Jantung Lemah, detak jantung menjadi lambat dan jika kondisinya memburuk bisa mengakibatkan serangan jantung, atau gagal jantung.

Informasi berikut ini kami akan menjelaskan tentang penyebab dan gejala jantung lemah yang mesti kita waspadai guna penanganan yang tepat sebelum terlambat.

Faktor Utama Penyebab Jantung Lemah

Penyebab jantung lemah memang tidak dapat diketahui secara pasti. Namun demikian, ada beberapa faktor yang perlu dihindari karena diduga menjadi penyebab penyakit jantung lemah, antara lain:

  • Adanya kerusakan jaringan pada jantung akibat pernah mengalami jenis penyakit jantung yang lain.
  • Jantung berdetak terlalu cepat dan berlangsung dalam waktu yang lama.
  • Faktor keturunan.
  • Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) yang sudah kronis.
  • Adanya gangguan pada katup jantung.
  • Kurangnya asupan vitamin B1 yang berguna dalam menunjang berbagai fungsi tubuh.
  • Penderita penyakit diabetes mellitus.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Pasien dengan penyakit kelenjar tiroid.
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Terjadinya komplikasi pada saat kehamilan.
  • Penggunaan obat-obat keras seperti amfetamin, kokain, dan steroid anabolik.
  • Penggunaan obat kemoterapi atau terapi radiasi pada pasien penderita kanker.
  • Adanya gangguan yang abnormal pada produksi protein, atau produksi protein yang berlebih pada tubuh (amyloidosis).
  • Terjadinya penumpukan zat besi pada jantung yang disebut hemochromatosis.
  • Adanya gumpalan sel pada jantung (sarcoidosis).
  • Infeksi penyakit hepatitis C.
  • Adanya gangguan pada jaringan ikat di sekitar jantung.
  • Kondisi anemia.
  • Terganggunya sekat aliran darah dari jantung (aortic stenosis).
penyebab jantung lemah
penyebab jantung lemah

Jenis-jenis Penyakit Jantung Lemah atau Kardiomiopati

Penyakit jantung lemah atau kardiomiopati lebih banyak disebabkan karena faktor keturunan, sehingga lebih banyak diderita oleh anak-anak. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga dapat diderita oleh anak muda hingga dewasa.

Berdasarkan disfungsi otot yang dialami, terdapat 4 jenis kardiomiopati, antara lain:

1. Restrictive Cardiomyopathy

Tipe Jantung Lemah ini disebabkan karena adanya protein atau zat besi yang menumpuk pada otot jantung. Penumpukan tersebut mengakibatkan otot jantung di bagian ventrikel menjadi kaku, namun tidak selalu dibarengi dengan penebalan pada dinding otot jantung.

Restrictive cardiomyopathy merupakan tipe jantung lemah yang jarang terjadi, orang-orang berusia lanjut memiliki risiko tinggi untuk terkena tipe jantung lemah ini.

2. Hypertrophic Cardiomyopathy

Tipe jantung lemah hipertrofik merupakan suatu kondisi dimana otot jantung mengalami penebalan. Hal ini bisa terjadi ketika sel-sel pada otot jantung menjadi tidak beraturan.

Penebalan pada otot jantung bisa bervariasi tingkatnya, tergantung seberapa parah kondisi lemah jantung yang diderita oleh pasien. Bagian yang sering terkena penebalan dinding otot jantung biasanya pada bagian bilik kiri.

Penyebab kardiomiopati hipertrofik tidak diketahui secara pasti, tetapi sering diakibatkan karena faktor keturunan atau genetik. Jadi, bila salah satu anggota keluarga memiliki riwayat penyakit ini, maka Anda patut waspada karena semakin tinggi risiko Anda juga dapat terkena penyakit ini.

3. Dilated Cardiomyopathy

Penyakit lemah jantung jenis ini biasanya sering menyerang pria paruh baya atau mereka yang anggota keluarganya memiliki riwayat kardiomiopati.

Selain itu juga ada banyak faktor yang menjadi penyebab dari penyakit lemah jantung jenis ini, antara lain konsumsi obat-obatan kimia, adanya infeksi peradangan pada otot jantung, minuman beralkohol, narkoba, penyakit jantung koroner, hingga pola makan yang tidak sehat.

Komplikasi dari penyakit lain seperti jantung koroner, diabetes mellitus, HIV, hipertensi, tiroid, hingga hepatitis juga dapat menyebabkan penyakit lemah jantung jenis ini.

4. Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy

Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy merupakan tipe lemah jantung yang tergolong langka. Penyebabnya bisa karena faktor genetik atau karena terjadinya mutasi pada satu atau lebih gen seseorang.

Tipe jantung lemah satu ini merupakan kondisi yang terjadi karena adanya gangguan pada protein yang berperan dalam merekatkan sel otot jantung.

Sel otot jantung akan mengalami kerusakan hingga akhirnya mati. Sel yang mati akan digantikan dengan sel baru atau jaringan parut yang penuh lemak dan berserat. Akibatnya kemampuan jantung untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh akan terganggu.

Gejala Penyakit Jantung Lemah

Gejala jantung lemah secara umum hampir sama dengan gejala penyakit jantung lainnya. Namun dalam beberapa kasus, penyakit jantung lemah tidak didahului dengan gejala apapun sehingga kita perlu mewaspadainya dan memeriksakan diri secara rutin apabila anggota keluarga ada yang memilki riwayat penyakit tersebut.

Gejala penyakit jantung lemah yang paling umum ditemui, antara lain:

  • Sering mengalami sesak napas.
  • Rasa nyeri di bagian dada sebelah kiri yang biasanya akan menjalar hingga ke punggung.
  • Mudah kelelahan bahkan saat tidak melakukan aktivitas apapun.
  • Batuk kronis karena adanya penumpukan cairan pada paru-paru.
  • Jantung berdenyut secara tidak beraturan.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Berkurangnya nafsu makan yang disertai dengan perasaan mual dan ingin muntah.
  • Menurunnya daya ingat karena kurangnya pasokan darah ke otak.
  • Adanya pembengkakan pada beberapa anggota tubuh.

Selain gejala atau ciri-ciri jantung lemah di atas, penderita juga sering mengalami kembung karena adanya penumpukan cairan di daerah perut. Penderita jantung lemah juga akan sering mengalami pusing dan pingsan.

Apabila ada salah satu atau beberapa gejala di atas yang Anda alami, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk diketahui diagnosa-nya secara pasti sehingga penanganan yang tepat dapat dilakukan secara cepat.

KENALI GEJALA JANTUNG LEMAH