Penyebab dan Cara Pengobatan Penyakit Jantung Rematik

0
11
jantung rematik
jantung rematik

Pengertian Jantung Rematik merupakan kondisi dimana terjadi gangguan pada katup jantung yang berupa penyempitan atau kebocoran sebagai akibat dari sisa Demam Rematik yang ditimbulkan karena infeksi Streptococcus beta hemolyticus gorup A.

Penyebab Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik (PJR) dikenal pula dalam istilah dengan sebutan Rheumatic Heart Disease (RHD). Penyakit jantung jenis ini biasanya didahului oleh suatu penyakit sistemik yang disebut Demam Rematik.

Demam rematik dapat bersifat fulminan, kronik, subakut, hingga akut. Penyakit ini dapat dialami seseorang setelah infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A pada pernapasan bagian atas.

Gejala penyakit demam reumatik akut ditandai dengan demam berkepanjangan, jantung berdebar, dan cepat merasa lelah. Demam rematik sering ditemui pada anak usia 5 sampai 15 tahun, dan cukup jarang ditemui pada anak di bawah usia 4 tahun atau orang tua di atas 50 tahun.

Penyakit jantung rematik dapat menyerang penderita demam rematik apabila tidak ditangani secara tepat. Gejala yang umum dijumpai pada seseorang yang terinfeksi bakteri Streptococcus Beta Hemolyticus group A diawali dengan peradangan pada saluran tenggorokan, oleh karena proses penyembuhan yang tidak berjalan sempurna, infeksi kuman akan menyebar melalui sirkulasi darah hingga terbawa ke jantung dan menginfeksi katup jantung.

Kemudian katup jantung mengalami penyempitan, atau mengkerut, dan bisa juga menebal sehingga tidak dapat bekerja lagi dengan baik.

mengobati jantung rematik
mengobati jantung rematik

Gejala Penyakit Jantung Rematik

Gejala umum yang muncul pada penderita jantung rematik antara lain:

  • Sesak napas karena jantung mengalami gangguan dan tak dapat lagi memasok oksigen ke seluruh tubuh dengan sempurna.
  • Nyeri sendi yang terjadi berulang dan berpindah-pindah.
  • Munculnya bercak kemerahan pada kulit.
  • Gerakan tangan menjadi tak beraturan.
  • Timbulnya benjol-benjolan kecil di bawah kulit.
  • Nyeri perut.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Cepat dan mudah merasa lelah.
  • Demam rematik.

Pengobatan Jantung Rematik Secara Medis

Ketika hasil diagnosa menunjukkan pasien terkena jantung rematik, biasanya pengobatan akan diawali dengan pemberian obat antibiotik dan obat anti radang.

Selama proses penyembuhan jantung rematik berlangsung, pasien diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit agar penanganan dapat dilakukan secara akurat.

Rawat inap juga dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya komplikasi yang dapat mengakibatkan gagal jantung, endokarditis bakteri, atau trombo-emboli.

Selama di rumah sakit, pasien juga akan mendapatkan asupan makanan dengan nilai gizi yang tinggi dan mengandung banyak vitamin.

Penderita Jantung Rematik yang tidak memunculkan gejala, tidak harus melakukan terapi. Namun, pasien dengan gejala gagal jantung yang ringan tetap diharuskan memperoleh terapi medis agar keluhan dapat diatasi secara cepat.

Terapi surgikal dan intervensi juga dapat dilakukan bagi penderita jantung rematik yang mengalami simtomatis. Akan tetapi, terapi ini masih tergolong mahal karena ketersediaanya masih cukup terbatas.

Penanganan awal dalam pengobatan Jantung Rematik biasanya dilakukan dengan memberikan obat-obatan seperti anti biotik dan anti radang.

Selain itu juga dapat dilakukan cara penyembuhan dengan diet jantung, yaitu suatu metode untuk memberi asupan nutrisi yang tidak akan membenani kinerja jantung.

Metode diet jantung merupakan salah satu cara pengobatan jantung rematik yang banyak diterapkan oleh pihak medis.

Cara kerja metode ini adalah dengan mencegah atau menghilangkan timbunan garam dan atau air. Namun dalam melakukan diet jantung seseorang harus memenuhi persyaratan khusus, antara lain:

  • Memiliki energi yang cukup untuk melakukan diet sampai berat badan normal kembali normal.
  • Asupan protein yang cukup, yaitu 0,8 gram per kg berat badan.
  • Asupan lemak sedang, sebesar 25 sampai 30 persen dari kebutuhan energi tubuh secara total.
  • Tercukupinya asupan vitamin dan mineral ke dalam tubuh.
  • Mengasup makanan rendah garam yaitu sebesar 2-3 gram garam per hari.
  • Mengonsumsi makanan yang gampang dicerna.
  • Menghindari makanan yang dapat menimbulkan gas diperut.
  • Konsumsi makan kaya serat.
  • Cukupi cairan tubuh setidaknya 2 liter per hari.

Apabila metode diet jantung di atas belum dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, pasien dapat mengonsumsi asupan makanan enteral, parentereal, ataupun suplemen yang bergizi.

Upaya Pencegahan Jantung Rematik

Jantung rematik biasanya sering terjadi setelah pasien mengalami demam rematik. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan menghindari penyakit demam rematik.

Ada sejumlah faktor penyebab seseorang mengalami demam rematik atau terinfeksi bakteri Streptococcus beta hemolyticus group A, antara lain:

  • Lingkungan yang tidak sehat.
  • Kondisi tempat tinggal yang berdesakan terutama di daerah perkotaan.
  • Kurangnya akses kesehatan guna mengatasi infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A.
  • Variasi kondisi cuaca.

Terapi antibiotik bagi penderita demam rematik harus dilakuan secara maksimal sehingga semua kuman mati dan penyakit yang dapat menyebabkan jantung rematik tidak akan muncul lagi.

LINDUNGI ANDAK DARI PENYAKIT JANTUNG REMATIK