Ciri-ciri Penyakit Jantung Koroner dan Cara Mencegahnya

0
24
Peningkatan Detak Jantung
Peningkatan Detak Jantung

Jantung koroner merupakan salah satu dari sekian banyak jenis penyakit jantung atau penyakit kardiovaskuler yang menjadi topik hangat di dunia saat ini.

Penyakit jantung koroner dapat terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah koroner atau terhambatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung.

Penyebab kerusakan atau terhambatnya pembuluh darah koroner umumnya disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau adanya proses peradangan pada pembuluh darah.

Penumpukan kolesterol (plak) akan membuat pembuluh darah koroner menyempit dan menghambat aliran darah maupun suplai oksigen yang menuju ke Jantung. Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya serangan Jantung pada penderita.

Ciri-ciri Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu penyakit tidak menular berbahaya yang menyebabkan banyak kematian mendadak di seluruh dunia.

Sebelum penyakit Jantung Koroner menjadi semakin parah, diperlukan pencegahan dan penanganan sejak dini. Oleh karena itu, kenali gejala penyakit Jantung Koroner sejak dini agar pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

1. Timbul Rasa Sakit di Bagian Dada

Nyeri di bagian dada merupakan gejala awal yang paling umum dirasakan oleh penderita Jantung Koroner. Awalnya rasa nyeri akan muncul di bagian dada sebelah kiri, dan dapat menjalar ke punggung hingga leher.

Peningkatan Detak Jantung
Peningkatan Detak Jantung

Rasa sakit ini timbul karena kurangnya asupan darah di bagian otot. Kurangnya pasokan oksigen dalam proses metabolisme juga dapat mengakibatkan kejang atau kram hingga ke sekujur tubuh.

2. Sering Mengalami Sesak Nafas

Sesak Napas
Sesak Napas

Orang dengan indikasi Jantung Koroner akan sering mengalami sesak napas. Hal ini dikarenakan kurangnya suplai oksigen ke jantung sehingga membuat tubuh untuk bernapas lebih cepat dan lebih panjang dari biasanya.

3. Rasa Mual dan Nafsu Makan Berkurang

Rasa Mual
Rasa Mual

Umumnya penderita Jantung Koroner akan mengalami sensasi kembung di perut (seperti masuk angin) yang menimbulkan rasa mual sehingga nafsu makan cenderung menurun.

4. Sakit Kepala Sering Merasa Pusing

Sakit Kepala Sering Merasa Pusing
Sakit Kepala Sering Merasa Pusing

Daya pompa jantung yang menurun akan membuat pasokan darah ke seluruh tubuh termasuk otak akan berkurang dan membuat penderita sering mengalami sakit kepala atau pusing hingga pingsan.

5. Keringat Berlebih Saat Tidak Melakukan Aktivitas Apapun

Keringat Berlebih
Keringat Berlebih

Gejala jantung koroner selanjutnya adalah penderita akan sering berkeringat, bahkan ketika tidak melakukan aktivitas apapun. Keringat ini seringkali muncul di bagian tangan dan kaki.

6. Adanya Peningkatan Detak Jantung

Ketika pasorak darah dan oksigen ke jantung mengalami penurunan, secara otomatis jantung akan memompa lebih keras atau lebih cepat dari biasanya.

Peningkatan Detak Jantung
Peningkatan Detak Jantung

Kondisi-kondisi di atas umumnya akan dialami oleh penderita Penyakit Jantung Koroner. Apabila Anda mengalami beberapa gejala Jantung Koroner di atas, segera konsultasikan ke dokter atau periksakan diri Anda ke Rumah Sakit terdekat.

Gejala Jantung Koroner biasanya disertai dengan kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Oleh karena itu, orang yang mengalami hipertensi cenderung memiliki risiko besar menderita Jantung Koroner.

Faktor Penyebab Jantung Koroner dan Upaya Pencegahannya

Secara umum, gaya hidup tidak sehat merupakan faktor utama penyebab Jantung Koroner. Dengan mengetahui penyebab Jantung Koroner berikut ini, kita dapat melakukan upaya pencegahannya secara preventif.

1. Penumpukan Kolesterol dalam Tubuh

Penumpukan Kolesterol dalam Tubuh
Penumpukan Kolesterol dalam Tubuh

Konsumsi makanan berlemak dapat mengakibatkan penumpukan kolesterol dalam tubuh termasuk penyumbatan pada pembuluh arteri yang dapat menyebabkan Jantung Koroner.

Oleh karena itu, hindari makanan yang mengandung banyak lemak dan mulailah pola makan sehat untuk menghindari risiko terkena penyakit Jantung Koroner.

2. Kebiasaan Merokok

kebiasaan merokok
kebiasaan merokok

Merokok dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Selain itu, pasokan oksigen ke jantung juga berkurang sehingga para perokok cenderung berisiko tinggi terkena Jantung Koroner. Matikan rokok Anda sekarang juga, sebelum rokok yang ‘mematikan’ Anda!

3. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan Darah Tinggi
Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi yang Anda alami merupakan tanda adanya pembuluh darah pada tubuh yang menyempit. Kondisi ini mengandung risiko tinggi untuk terkena Jantung Koroner. Periksakan tekanan darah Anda secara rutin sebelum kondisinya bertambah parah.

4. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan

Kondisi obesitas atau berat badan berlebih mengakibatkan penumpukan lemak dan kolesterol pada pembuluh darah yang menuju ke jantung sehingga menjadi salah satu faktor penyebab Jantung Koroner.

Kelebihan Berat Badan
Kelebihan Berat Badan

Lakukan program diet yang tepat untuk menurunkan berat badan. Imbangi pula dengan berolahraga secara rutin.

5. Kondisi Stres

Kondisi Stres
Kondisi Stres

Stres dan depresi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang dapat mengakibatkan serangan jantung. Sebisa mungkin hindarilah stres, karena stres juga menjadi penyebab dari berbagai penyakit berbahaya termasuk Jantung koroner.

6. Penyakit Diabetes Mellitus

Seseorang dengan penyakit Diabetes Mellitus berisiko mengalami penyumbatan pada arteri koroner yang akan menghambat aliran darah menuju Jantung sehingga mengakibatkan Jantung Koroner.

Penyakit Diabetes Mellitus
Penyakit Diabetes Mellitus

Kurangi asupan makanan dengan kandungan gula yang tinggi, dan bagi Anda yang sudah terkena diabetes, lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin. Jalankan program diet yang dianjurkan oleh dokter secara konsisten agar Anda terhindar dari penyakit Jantung Koroner.

7. Kurang Olahraga

Kurang gerak atau olahraga dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah sehingga menjadi salah satu penyebab utama Jantung Koroner. Lakukan olahraga secara rutin, karena olahraga dapat membuat tubuh dan jantung tetap bugar dan sehat.

8. Faktor Keturunan

Faktor satu ini memang tak dapat dihindari karena menurun secara genetik. Akan tetapi, bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan Penyakit Jantung Koroner masih dapat mencegahnya dengan melakukan upaya-upaya pencegahan di atas secara konsisten.

Itulah sejumlah faktor dan upaya pencegahan dari penyebab Jantung Koroner. Sayangi diri dan keluarga Anda dengan menjaga Jantung tetap sehat! Kenali ciri-ciri penyakit Jantung Koroner dengan baik dan lakukan penanganan secara tepat dengan mengonsultasikannya kepada dokter.

METODE PENYEMBUHAN SAKIT JANTUNG KORONER TANPA PASANG RING..